Buaya Resahkan Warga, Faisal Dorong Pemkot Bangun Penangkaran

Reporter : Tomy Gutama

BONTANG, KALTIMOKE – Kasus penyerangan buaya kembali terjadi di Kota Bontang. Hal tersebut menimpa seorang anak 14 tahun di RT 24, Kampung Mandar, Lok Tuan, Bontang Utara, pada Jumat (18/9/2020) lalu.

Bukan yang pertama kali, konflik antara manusia dan buaya sudah sering kali terulang. Syukurnya belum pernah menelan korban jiwa.

Berkaca pada kejadian itu, Anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bontang, Faisal mengatakan hal tersebut perlu menjadi perhatian semua pihak. Karena sudah sering kali terjadi.

“Salah satunya dengan membuat penangkaran buaya sendiri di Bontang, sebelumnya sudah pernah ada wacana serupa, namun belum terealisasi,” ujarnya.

“Kita akan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) melalui dinas terkait untuk mewujudkan itu,” tambahya.

Pembahasan tentang penangkaran buaya dirasa cukup urgen untuk di lanjutkan. Mengingat secara geografis Kota Bontang merupakan daerah yang dikelilingi lautan.

Terlebih saat ini habitatnya mulai terganggu dengan kegiatan manusia. Sehingga konflik sulit untuk dihindarkan. Maka perlu adanya penanganan serta langkah tanggap dalam mengatasi kejadian yang meresahkan warga.

“Jangan sampai memakan korban lagi,” ujarnya.

Ia berharap pada tahun 2021 nanti penangkaran buaya tersebut dapat terealisasi.Sehingga Kota Bontang dapat memiliki Penangkaran buaya sendiri.

“Selain demi melindungi masyarakat, juga dapat dijadikan tempat wisata yang akan menjadi pemasukan bagi kas daerah,” tutupnya. (**/adv)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *