DPRD Pertanyakan Kelangkaan Hand Sanitizer dan Masker

Laporan : Saparta Abdullah

BONTANG, KALTIMOKE — Meluasnya wabah Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), membuat ketersediaan hand sanitizer dan juga masker mulai langka. Kondisi ini terjadi karena aksi pembelian yang masif oleh masyarakat sejak kabar penyebaran Virus Corona ramai dibicarakan.

Merujuk pada hal tersebut, Ketua Komisi II DPRD Kota Bontang, Rustam berencana memanggil Asosiasi Apoteker Indonesia. Sebab hand sanitizer dan masker dianggap sangat dibutuhkan sebagai Alat Perlindungan Diri (APD) Tenaga Kesehatan (Nakes) di Kota Bontang.

Asosiasi Apoteker Indonesia Kota Bontang diharapkan dapat menjelaskan permasalahan langkahnya dua produk tersebut, terlebih jika produk tersebut beredar di pasaran dan dijual dengan harga melambung tinggi berkisar 40 hingga 60 ribu untuk hand sanitizer dan 20 ribu untuk satu masker.

“Ini sangat meresahkan masyarakat, disaat seperti ini barang langka ada harga melambung tinggi,” ujarnya Rustam, Selasa (31/03).

Selain meminta kejelasan akan langkanya hand sanitizer dan masker, Ia juga akan meminta kejelasan terkait regulasi kenaikan harga dipasaran.

“Selesai permasalahan Covid-19 ini akan segera kita panggil untuk menjelaskan permasalahan harga dan kelangkaan baik hand sanitizer serta masker,” ungkapnya.

Tak hanya kedua produk tersebut, minuman salah penambah asupan kesehatan juga ikut mengalami kelangkaan. Hal inilah yang mendasari Komisi II DPRD Kota Bontang memanggil beberapa pihak terkait, termasuk Dinkes Kota Bontang. (**/adv)




Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *