Reporter : Saipul Anwar
BONTANG, KALTIMOKE – Stop Buang Air Besar Sembarangan (BABS) memang tengah gencar disosialisasikan Pemerintah Kota Bontang, Kelurahan Berbas Tengah Contohnya, Rabu 7 Agustus 2019 gelar Deklarasi Open Defication Free (ODF).
Kegiatan yang digelar di Balai Pertemuan Umum Kelurahan Berbas Tengah tersebut menghadirkan Mantan Wali Kota Bontang Dua Priode, dr. H. Andi Sofyan Hasdam, Sp.S sebagai Narasumber, Ketua Forum Kota Sehat (FORKOHAT) Tingkat kota, Hamzah, Camat Bontang Selatan, Sarifuddin, Lurah Berbas Tengah Muhammad Mahfudz, Kepala Dinas Kesehatan, dr. Bahauddin, Serta Perwakilan dari Puskesmas dua Kecamatan Bontang Selatan dan seluruh RT se-kelurahan berbas tengah .
Dalam pidatonya, Sofyan Hasdam berpesan kepada RT yang hadr akan pentingnya merawat lingkungan serta penanggulangan sampah plastik dilingkungan masing-masing.
“Kita bisa contoh RT yang ada di Kota Surabaya, mereka malah kewalahan menyuplai barang bekas ke hotel. karna beberapa hotel disana menggunakkan sandal yang terbuat dari barang bekas ,bahkan nilai hotel tersebut menjadi tinggi di mata internasional,” terangnya.
Senada, Kepala Dinas Kesehatan Kota Bontang, dr. Bahauddin, juga mengingatkan akan pentingnya prilaku hidup sehat dan bersih, khususnya dampak dari Buang Air Besar sembarangan.
“Cacing yang ada pada kotoran manusia akan masuk kedalam kulit melaui telapak kaki dan akan menjalar keseluruh tubuh, oleh karena itu RT yang hadir disini dapat memberikan pencerahan kepada warganya agar tidak membuang air besar di sembarang tempat. Bagi RT yang masih ada warganya belum memiliki jambat silahkan diskusikan dengan Lurahnya,” harapnya
Lurah Berbas Tengah, Muhammad Mahfudz mengungkapkan, terdapat empat RT diwilayahnya yang belum memiliki Jamban (WC) dikarenakan sebagian Masyarakat bermukim diatas Laut.
“ Sebenarnya keadaan yang menuntut mereka untuk bab bukan pada tempatnya ,karena sebagian warga di berbas tengah tinggal di atas laut secara otomatis mereka membuang kotoran di atas laut,” ungkapnya.
Guna mengatasi permasalahan tersebut pihak RT dan Lurah Berbas Tengah telah sepakat untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan cara pembuatan jamban sehat yang akan segera terealisasikkan di tahun 2019 ini.
“Kami telah menganggarkan pembuatan Jamban Sehat melalui program 200jt per-rt (PRODUTA atas kesepakatan dengan warga ,”katanya.
Menanggapi hal tersebut, Camat Bontang Selatan, Sarifuddin, mengaku sangat mengapresiasi dan mendukung rencana kegiatan tersebut, selain di harap dapat mendukung ODF yang telah di sosialisasikkan walikota di beberapa daerah sebelumnya, “Tahun 2020 Bontang bersih dari Buang Air Besar Sembarangan (BABS)” tentu saja kegiatan pembuatan jamban sehat juga di harapkan akan mengurangi resiko tercemarnya air laut “.ujarnya (*/adv)