BONTANG, KALTIMOKE — Perilaku remaja rupanya juga menjadi konsern PT. Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim). Itu dibuktikan dengan memberikan edukasi kepada remaja Kota Bontang agar terhindar dari masalah narkoba. Edukasi dilakukan melalui Seminar Kesehatan bertajuk “Bangsa Maju tanpa Napza dan HIV Aids.”
Seminar dihadiri 82 peserta. Mereka terdiri atas pelajar SMP, SMA dan guru serta Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) dari Kelurahan Loktuan dan Guntung yang merupakan buffer zone perusahaan pupuk ini. Kegiatan berlangsung di ruang Mahoni Kantor Pusat Pupuk Kaltim, Kamis, 8 November 2018.
Kegiatan yang bekerja sama dengan Puskemas Bontang Utara II ini menghadirkan Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase untuk membuka acara sekaligus sebagai narasumber. Hadir mewakili Direksi Pupuk Kaltim, Direktur Teknik dan Pengembangan Pupuk Kaltim, Satriyo Nugroho. Hadir pula Lurah Guntung, Ida Idris dan perwakilan Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Bontang, Kasdi. Juga hadir sebagai narasumber, perwakilan Badan Narkotika Kota Bontang, Sofiansyah.
Dalam sambutannya, Satriyo Nugraha mengatakan remaja merupakan kelompok masyarakat yang sering diasumsikan dalam keadaan sehat. Padahal cukup banyak juga remaja yang meninggal akibat kecelakaan, percobaan bunuh diri, kekerasan, kehamilan yang mengalami komplikasi dan penyakit lainnya yang sebenarnya bisa dicegah atau diobati. Banyak juga penyakit serius akibat perilaku yang dimulai sejak masa remaja. Contohnya merokok, penyakit menular seksual, penyalahgunaan Napza, HIV-AIDS, kurang gizi dan kurang berolahraga. Semua inilah yang akan mencetuskan penyakit atau kematian pada usia muda.
Tak hanya itu, lanjut Satriyo, pertumbuhan dan perkembangan pesat dari aspek fisis, emosi, intelektual dan sosial pada masa remaja, merupakan pola karakteristik yang ditunjukkan dengan rasa keingintahuan yang besar. Selain itu, remaja juga cenderung berani mengambil risiko tanpa pertimbangan matang terlebih dahulu.
“Mencermati kondisi-kondisi ini, Pupuk Kaltim berkomitmen dan peduli kesehatan remaja. Kami melakukan kerjasama multisektoral dan multidimensional dengan intervensi pada aspek preventif, promotif, kuratif dan rehabilitatif yang komprehensif. Strategi yang dilakukan adalah berupa pelayanan kesehatan remaja sesuai permasalahan serta lebih intensif kepada aspek promotif dan preventif dengan cara peduli remaja,” urainya.
Satriyo berharap melalui seminar kesehatan ini, dapat mendukung keberhasilan pelayanan kesehatan peduli remaja. Juga, melatih remaja menjadi kader kesehatan remaja atau konselor sebaya dan pendidik sebaya.
“Kelompok ini yang nantinya akan berperan sebagai agen perubahan agar berperilaku sehat dan siap terlibat serta membantu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pelayanan kesehatan peduli remaja,” pungkasnya.
Wakil Wali Kota Bontang, Basri Rase mengapresiasi seminar kesehatan yang diselenggarakan Pupuk Kaltim. Menurut dia, kegiatan ini sangat penting karena mengingatkan kembali tentang bahaya narkoba. Ia pun berharap seminar kesehatan tidak hanya dilaksanakan pada saat ini saja tetapi akan terus berjalan secara berkelanjutan.
“Saya selaku pribadi dan mewakili pemerintah mengucapkan terima kasih kepada Pupuk Kaltim dan Puskesmas Bontang Utara II yang telah melaksanakan seminar ini. Tentu harapan kita semua agar seminar ini bukan hanya saat ini kita laksanakan, tetapi akan terus berkelanjutan. Karena berbicara masalah narkoba sangat luar biasa dampaknya dan tentu akan menghancurkan kehidupan kita,” ujarnya.
Di sela-sela pemaparan materinya, Basri Rase mengajak seluruh peserta untuk menjauhi narkoba. Ia mengatakan hal itu adalah hal yang simpel jika masyarakat sepakat untuk tidak mencoba-coba dan tidak memakai narkoba. “Mari kita ukir prestasi tanpa narkoba,” ajak Basri. (sov/adv)