BONTANG, KALTIMOKE – Kepuasan masyarakat atas kinerja dan perhatian PT Pupuk Kaltim tidak sekadar wacana. Akan tetapi, terbukti melalui survey yang digelar untuk mengukur kepuasan masyarakat. Survei dimaksudkan untuk memotret kontribusi perusahaan pada berbagai program dalam satu tahun terakhir.
Selain mengukur kepuasan public, survey Kepuasan Lingkungan 2018 juga untukn menjadi acuan Key Performance Indicator (KPI) kinerja Manajemen Pupuk Kaltim dalam mengelola perusahaan. Paparan hasil survey dilakukan di gedung Koperasi Karyawan Pupuk Kaltim, Selasa, 2 Oktober 2018.
Survei kali ini melibatkan 250 responden dari beberapa kelurahan sekitar perusahaan. Antara lain, Kelurahan Guntung, Loktuan, Bontang Kuala, Gunung Elai, Belimbing, Api-api, Gunung Telihan, dan Tanjung Laut. Unsur yang dilibatkan antara lain, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Bontang, Camat dan Lurah, Karang Taruna, Lembaga Pemerdayaan Masyarakat (LPM), Tokoh Agama, Masyarakat, dan pemuda, serta Mitra Binaan Pupuk Kaltim.
Survei Kepuasan Lingkungan turut dihadiri perwakilan Manajemen Pupuk Indonesia bersama anak perusahaan yakni Petrokimia Gresik, Pupuk Kujang, Pupuk Sriwijaya, dan Rekayasa Industri sebagai observer (pengamat).
“Survei kepuasan lingkungan dilakukan setiap tahun oleh seluruh anak perusahaan yang ada di Pupuk Indonesia Grup. Tujuannya, untuk mengukur sejauh mana upaya perusahaan dalam memberikan kontribusi kepada masyarakat,” ujar Vice President PKBL Pupuk Indonesia, Wahyu Supriyanto.
Dikatakan, Pupuk Kaltim sebagai salah satu anak perusahaan Pupuk Indonesia wajib melaksanakan survei terkait program pemberdayaan masyarakat dan lingkungan. Karena survey ini menjadi tolak ukur keberhasilan manajemen dalam mengelola korporasi secara baik.
Berdasarkan evaluasi Pupuk Indonesia, Pupuk Kaltim menjadi salah satu perusahaan yang cukup baik dalam pengelolaan lingkungan hidup dan sosial. Itu terbukti dari berbagai penghargaan yang berhasil diraih Pupuk Kaltim dalam beberapa waktu terakhir.
Hal itu juga tampak dari peran aktif Pupuk Kaltim yang tidak hanya memberi manfaat bagi masyarakat Bontang, namun juga ragam kegiatan di tingkat regional Kalimantan Timur dan Nasional secara umum.
“Evaluasi ini salah satu cerminan upaya Pupuk Kaltim dalam mengelola lingkungan dan sosial bagi kawasan sekitar perusahaan,” kata Wahyu Supriyanto.
Sementara Direktur SDM dan Umum Pupuk Kaltim, Meizar Effendi mengatakan, perusahaan terus berupaya memberi manfaat bagi masyarakat Bontang sebagai lingkungan terdekat perusahaan, serta wujud tanggung jawab sosial kepada stakeholder dan Pemerintah.
Melalui survei kepuasan lingkungan, diharap dapat memberi masukan terkait program CSR yang telah dilaksanakan. Juga untuk melihat respon masyarakat terhadap program yang selama ini berjalan. Baik pembinaan usaha maupun perhatian lain pada berbagai bidang. Seperti pendidikan, kesehatan, maupun lingkungan.
“Terutama bidang lingkungan menjadi penekanan penting bagi Pupuk Kaltim. Baik melalui penghijauan, pengelolaan sampah, ekosistem laut, terumbu buatan dan konservasi mangrove,” papar Meizar.
Khusus pembinaan usaha kecil dan menengah (UKM), sepanjang 2018 Pupuk Kaltim juga telah merealisasikan program bantuan hibah senilai Rp6,85 miliar, serta pinjaman modal Rp6,47 miliar bagi 157 Mitra Binaan.
“Begitu pula dengan mitra binaan Pupuk Kaltim, secara total mencapai 27.878 unit usaha,” tambah Meizar.
Terbaru, Pupuk Kaltim juga berkontribusi langsung terhadap penanganan korban bencana gempa dan tsunami di Palu Sulawesi Barat, bersama Kementerian BUMN dan Pupuk Indonesia. Selain pemenuhan kebutuhan harian dan logistik, Pupuk Kaltim juga memfasilitasi para korban untuk mendapat penanganan medis di Balikpapan dengan transportasi menggunakan pesawat milik perusahaan.
Meizar berharap kegiatan ini dapat mendorong Pupuk Kaltim dalam meraih Proper Emas Nasional tahun 2018, khususnya terkait CSR dari pemberdayaan lingkungan dan masyarakat sekitar perusahaan. “Kegiatan ini juga memacu kami untuk lebih meningkatkan kepedulian dan kontribusi kepada masyarakat Bontang dan Kalimantan Timur, melalui berbagai program kedepannya,” tutur Meizar.
Salah satu mitra binaan Pupuk Kaltim Choirul Anwar, pemilik usaha Zidan Stiker di jalan MT Haryono Bontang, mengapresiasi kepedulian Pupuk Kaltim terhadap pengembangan usahanya. Diceritakan Choirul, mula pendampingan Pupuk Kaltim ia peroleh pasca usaha stiker yang dirintis sejak 2004 di Jalan Bhayangkara simpang lampu merah jalan Tembus (ex Pupuk Raya), terbakar pada 2009. Seluruh tempat usaha dan peralatan pun habis dilahap api. Hingga ia terpaksa menumpang di sebuah toko kecil sahabatnya, untuk memulai kembali usaha dengan modal seadanya. Hingga 2010, ia diajak salah satu Mitra Binaan Pupuk Kaltim untuk jadi bagian pembinaan Departemen PKBL (sekarang CSR), hingga mendapat modal usaha periode pertama senilai Rp 50 Juta.
“Alhamdulillah dapat bantuan serta alat mesin cutting. Modal itu yang kami kelola untuk pengembangan usaha,” ujar Choirul.
Dua tahun berjalan, pembinaan Pupuk Kaltim pun memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan usaha Choirul Anwar. Ia akhirnya mampu membeli sebuah toko di lokasi strategis jalan MT Haryono Bontang, yang ia tempati hingga kini.
“Kami sangat berterima kasih kepada Pupuk Kaltim, hingga bisa berkembang seperti sekarang. Dari awal hanya sendiri, kini kami sudah ada 7 karyawan,” tambahnya.
Senada, Wakil Wali Kota Bontang Basri Rase, mengakui wujud kepedulian Pupuk Kaltim sangat berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah. Hal itu terlihat dari berbagai bantuan infrastruktur hingga pembinaan wilayah, sekaligus pemberdayaan masyarakat melalui berbagai pelatihan.
Upaya tersebut selaras dengan visi misi pemerintah kota dalam mewujudkan Bontang sebagai Smart, Green, dan Creative City. Kontribusi nyata ini pun diharapkan dapat terus ditingkatkan Pupuk Kaltim dengan terus menjalin sinergi bersama pemerintah melalui berbagai program.
“Karena manfaat adanya Pupuk Kaltim sangat dirasakan masyarakat. Contohnya mudik gratis bagi ribuan warga saat Idul Fitri lalu, serta peningkatan kompetensi nelayan khusus nahkoda kapal, melalui sertifikasi yang beberapa waktu lalu digelar,” terang Basri.
Basri juga mengapresiasi survei kepuasan lingkungan yang digagas setiap tahun oleh Pupuk Kaltim, sebagai sarana evaluasi berbagai program yang selama ini berjalan. Agar penyaluran CSR lebih tepat sasaran, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Ini juga kebanggaan bagi Pemerintah Daerah, dengan banyaknya kontribusi Pupuk Kaltim pada berbagai bidang kehidupan. Sehingga mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan daerah,” pungkas Basri. (nav/sov/adv)